Teras Samarinda Dijaga Tetap Tertib, Pemkot Batasi Ekspansi Kafe

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Perkembangan kafe di kawasan Teras Samarinda mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah kota. Bukan untuk dihentikan, tetapi dikendalikan agar tidak mengganggu fungsi utama kawasan sebagai ruang publik.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa keberadaan kafe memang diperbolehkan. Namun, ada batas yang harus dijaga, terutama terkait penggunaan ruang dan fasilitas umum.

“Boleh saja, tapi tidak boleh melebar. Kita harus pastikan area parkir dan ruang publik tetap berfungsi,” ucap Marnabas, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, Teras Samarinda sejak awal dirancang bukan semata sebagai pusat kuliner, melainkan ruang terbuka yang bisa dinikmati masyarakat secara luas. Karena itu, setiap aktivitas tambahan harus tetap mengacu pada desain dan peruntukan awal kawasan.

Saat ini, pengelolaan kawasan masih dijalankan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Skema tersebut tetap berjalan, termasuk kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun ke depan, penataan akan menjadi fokus utama. Pemkot tidak ingin kawasan yang sudah tertata justru kehilangan arah akibat pertumbuhan usaha yang tidak terkendali.

Selain pembatasan kafe, pemerintah juga mulai menyoroti optimalisasi fasilitas yang sudah ada, seperti musala dan area publik lainnya. Penataan visual kawasan juga masuk dalam rencana, agar Teras Samarinda memiliki identitas yang lebih kuat sebagai ruang kota.

Marnabas memastikan, jika nantinya masuk tahap pengembangan lanjutan, seluruh elemen di kawasan akan disesuaikan kembali dengan rencana awal.

“Kalau sudah masuk tahap berikutnya, pasti kita kembalikan ke desainnya,” tegasnya.

Dengan pendekatan ini, Pemkot ingin menjaga keseimbangan antara aktivitas usaha dan fungsi publik, agar Teras Samarinda tidak kehilangan esensinya sebagai ruang bersama. (Nit)

Exit mobile version