
Gemanusantara.com – Samarinda menghadapi tantangan serius soal kemacetan, yang kerap menghambat aktivitas warga di pusat kota. Menurut Dinas Perhubungan, solusi utama bukan pelebaran jalan, melainkan kehadiran sistem transportasi publik yang andal dan dapat menampung banyak penumpang sekaligus.
Kepala Dinas Perhubungan, Hotmarulitua Manalu, mengatakan pihaknya sedang mendorong implementasi angkutan umum melalui diskusi dengan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Forum tersebut menekankan bahwa kota dengan volume kendaraan tinggi seperti Samarinda memerlukan alternatif transportasi yang lebih efisien.
“MTI mendorong agar Samarinda segera memiliki angkutan umum yang efektif. Ini menjadi langkah penting untuk mengurangi kemacetan,” ucap Manalu, Senin (12/1/2026).
Dampak penggunaan transportasi publik, menurut Manalu, tidak hanya soal kelancaran lalu lintas. Satu bus yang menampung 40 penumpang bisa menggantikan puluhan sepeda motor di jalan, sehingga ruang yang terpakai lebih sedikit dan kemacetan berkurang. Selain itu, angkutan umum juga membantu menekan parkir liar dan praktik juru parkir ilegal.
“Selain menghemat ruang jalan, bus juga memfasilitasi interaksi sosial antarwarga dari berbagai latar belakang. Jika masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, kota ini bisa lebih tertib dan ramah bagi semua,” ujarnya.
Dishub Samarinda menargetkan pengembangan sistem transportasi publik yang andal dalam waktu dekat. Dengan langkah ini, diharapkan kemacetan di Kota Tepian bisa berkurang signifikan, sekaligus memberikan alternatif mobilitas yang lebih nyaman bagi warganya. (Nit)