
Gemanusantara.com – Jagat maya sempat riuh gara-gara angka Rp17 miliar yang dikaitkan dengan penataan interior Balai Kota Samarinda. Di tengah narasi penghematan anggaran, kabar ini langsung memantik tanda tanya—kok bisa?
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, akhirnya buka suara. Ia menilai informasi yang beredar terpotong-potong dan bikin persepsi publik jadi melenceng.
“Yang beredar itu tidak utuh. Kegiatannya bukan muncul di masa efisiensi sekarang,” tegasnya, Kamis (30/4/2026).
Ia pun menjelaskan, proyek tersebut sudah dirancang jauh hari dan dikerjakan bertahap. Bukan karena ingin berlama-lama, tapi karena kemampuan anggaran daerah memang tidak memungkinkan diselesaikan dalam satu waktu.
“Kalau dipaksakan satu tahun, tidak realistis. Makanya dibagi dalam beberapa tahap,” ujarnya.
Sorotan soal angka fantastis juga langsung ia tanggapi. AH menepis anggapan bahwa dana itu dipakai untuk hal-hal berbau kemewahan.
“Ini bukan untuk gaya-gayaan. Fungsinya jelas, untuk menunjang kerja dan pelayanan di lingkungan sekretariat,” kata AH.
Ia juga menyinggung batas peran kepala daerah dalam proyek seperti ini. Menurutnya, urusan teknis hingga detail anggaran berada di tangan perangkat yang berwenang.
“Saya tidak masuk ke teknis. Itu ranahnya OPD terkait,” tuturnya.
Meski begitu, ia memastikan prosesnya tidak berjalan tanpa kontrol. Proyek tersebut, kata dia, tetap berada dalam pengawasan dan mengikuti aturan yang berlaku.
“Ada pendampingan juga. Jadi jangan langsung disimpulkan macam-macam,” tutupnya.
Isu ini jadi pengingat, di era serba cepat seperti sekarang, informasi setengah matang bisa dengan mudah membentuk opini. Pemerintah pun dituntut lebih terbuka agar publik tidak terus menebak-nebak. (Nit)