
Gemanusantara.com– Operasi Zebra Mahakam 2025 yang digelar Satlantas Polresta Samarinda sejak 17 November lalu mulai menunjukkan dampak positif terhadap keselamatan masyarakat di jalan.
Dalam sepekan pertama, petugas fokus menindak pelanggaran yang paling berisiko, seperti pengendara yang tidak memakai helm, kendaraan tanpa surat-surat lengkap, serta pelajar yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor. Menurut Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, operasi ini tidak hanya menilang, tapi juga menjadi sarana edukasi bagi pengendara.
“Selain menindak, kami memberikan arahan langsung agar pengendara memahami risiko berkendara tanpa helm atau kelengkapan kendaraan. Tujuannya agar masyarakat semakin sadar akan keselamatan di jalan,” ujar Ismail, Selasa (25/11/2025).
Hingga hari kesembilan operasi, tercatat sebanyak 269 pelanggar ditindak, termasuk pengendara roda dua maupun roda empat. Banyak pengendara yang sebelumnya abai terhadap aturan, setelah diberi arahan, menunjukkan sikap lebih patuh dan disiplin.
Kolaborasi Satlantas dengan Dinas Perhubungan juga memastikan kendaraan besar seperti truk dan pickup layak jalan. Upaya ini membantu menekan potensi kecelakaan akibat kendaraan bermasalah dan menambah rasa aman bagi pengguna jalan lain.
“Efeknya terlihat jelas. Selain mengurangi pelanggaran, masyarakat mulai memahami pentingnya keselamatan berkendara. Ini langkah awal membentuk budaya tertib berlalu lintas di Samarinda,” tambah Ismail.
Operasi Zebra Mahakam 2025 akan terus berlangsung, dengan pendekatan tegas tapi edukatif, sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan menanamkan kesadaran berlalu lintas bagi seluruh warga kota. (Nit)