
Gemanusantara.com – Lonjakan harga kebutuhan pokok di Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD. Anggota Komisi III, Markaca, menilai pengendalian inflasi tidak bisa hanya mengandalkan mekanisme pasar, melainkan perlu intervensi nyata dari pemerintah melalui berbagai program, salah satunya operasi pasar murah.
Markaca menegaskan pentingnya peran pemerintah kota dalam memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia menyebut langkah Pemkot Samarinda dengan menghadirkan pasar murah di sejumlah kecamatan sudah tepat, karena langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
“DPRD tentu akan mendukung penuh kebijakan ini. Persoalan inflasi tidak hanya terjadi di Samarinda, tapi juga di banyak daerah lain di Indonesia. Pemerintah daerah harus berani hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan operasi pasar murah sangat membantu, khususnya bagi ibu rumah tangga yang setiap hari harus mengatur kebutuhan rumah tangga di tengah kenaikan harga. Meski tidak bisa menurunkan harga secara signifikan, paling tidak program ini memberikan ruang hemat bagi keluarga.
Markaca juga mengapresiasi langkah Pemkot yang berhasil meraih insentif dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp19 miliar sebagai bonus daerah karena berhasil menekan inflasi. Dana ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa upaya stabilisasi harga sudah berjalan dengan baik dan perlu terus ditingkatkan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa stabilitas harga pangan di Samarinda masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Untuk itu, diperlukan strategi jangka panjang agar ketahanan pangan bisa diperkuat dari dalam kota, seperti pengembangan sektor pertanian dan peternakan lokal.
“Kalau kita bisa kurangi ketergantungan pada daerah lain, maka inflasi akan lebih mudah dikendalikan. Jadi operasi pasar murah memang penting, tapi membangun kemandirian pangan jauh lebih krusial,” pungkasnya.
[ADV | DPRD SAMARINDA]