Longsor dan Anggaran Terkendala, Jalan Merdeka-Sambutan Samarinda Masih Ditutup

Foto: Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Warga Samarinda masih belum bisa melewati jalan tembus Merdeka-Sambutan akibat kondisi tanah yang labil dan rawan longsor. Pekerjaan perbaikan jalan ini terhambat karena anggaran lanjutan belum final, sehingga penanganan secara menyeluruh belum bisa dilakukan.

Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa kelanjutan proyek masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026. “DPA tahun ini belum fix. Kami sudah mengusulkan pekerjaan, tapi apakah dapat anggaran atau tidak, belum pasti. Semua keputusan terkait anggaran akan rampung akhir Januari ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot telah mengalokasikan Rp2,7 miliar untuk menangani longsor di sisi Jalan Merdeka Timur, termasuk perbaikan badan jalan yang rusak. Namun, curah hujan tinggi dan kontur perbukitan yang rawan longsor membuat pekerjaan menjadi lebih sulit. “Kalau hujan, tanah menjadi lumpur dan ini sangat menghambat penanganan,” kata Desy.

Desy menambahkan, meski jalur ini belum bisa difungsikan sepenuhnya, pemkot terus memantau kondisi dan menyiapkan rencana lanjutan. Pekerjaan detail baru bisa ditentukan setelah DPA 2026 ditetapkan, termasuk jadwal dan metode penanganan lanjutan.

Warga diminta bersabar sementara pemerintah menunggu kepastian anggaran dan kondisi lapangan memungkinkan pekerjaan dilakukan secara aman. “Kami ingin jalan ini bisa digunakan dengan aman dan lancar. Semua opsi sedang kami kaji,” pungkas Desy. (Nit)

Exit mobile version