Layanan Sampah Terbatas, Warga Samarinda Berpotensi Hadapi Penumpukan

Salah satu armada pengangkut sampah di Kota Samarinda. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Keterbatasan armada pengangkut sampah di Kota Samarinda berpotensi berdampak langsung pada masyarakat, terutama terkait risiko penumpukan di sejumlah titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan berbagai penyesuaian operasional, kondisi armada yang belum ideal membuat ritme pengangkutan harus dijaga ekstra ketat agar tidak menimbulkan gangguan layanan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, mengakui pihaknya harus memaksimalkan sumber daya yang ada agar pelayanan tetap berjalan.

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah menerapkan sistem double shift agar frekuensi pengangkutan tetap terjaga,” kata Taufiq, Selasa (28/4/2026).

Melalui skema tersebut, sejumlah kendaraan dioperasikan oleh dua sopir dalam waktu berbeda untuk menutup keterbatasan armada. Namun, upaya ini juga menuntut kesiapan operasional yang lebih tinggi di lapangan.

Di sisi lain, pembagian rute berdasarkan kondisi kendaraan turut dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan. Armada yang lebih prima digunakan untuk menjangkau wilayah yang lebih jauh, sementara lainnya difokuskan pada rute dekat.

“Kami sesuaikan agar operasional tetap berjalan dan tidak sampai mengganggu pelayanan ke masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, DLH Samarinda mengoperasikan sekitar 71 hingga 73 unit kendaraan dengan dukungan 89 sopir untuk melayani sekitar 83 titik TPS.

Jumlah tersebut dinilai masih belum ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan, sehingga potensi keterlambatan pengangkutan di beberapa titik tetap ada.

Dalam beberapa tahun terakhir, penambahan armada memang terus dilakukan. Pada 2023 terdapat tambahan 15 unit kendaraan, disusul 8 unit pada 2024, serta 10 unit pada 2025.

Namun, pada tahun ini penambahan armada belum dapat direalisasikan akibat efisiensi anggaran.

Kondisi ini membuat upaya menjaga kebersihan kota sangat bergantung pada optimalisasi armada yang ada, sekaligus partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.

DLH pun berharap pengadaan armada dapat kembali dilakukan secara bertahap agar kualitas layanan ke depan tidak hanya terjaga, tetapi juga meningkat.

“Kami berharap tetap ada penambahan armada ke depan untuk mendukung pelayanan,” bebernya.

Dengan situasi saat ini, konsistensi pengangkutan menjadi faktor kunci agar dampak terhadap masyarakat, seperti penumpukan sampah dan gangguan lingkungan, dapat ditekan. (Nit)

Exit mobile version