
Gemanusantara.com– Perjalanan keliling dunia pasangan asal Aceh, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61), belum sepenuhnya mulus. Saat hendak melanjutkan perjalanan ke Thailand, keduanya justru tertahan sekitar tiga hari di perbatasan Pangkalan Hulu, Malaysia.
Dilansir dari Antarasumut, pasangan yang menjalani ekspedisi The Great Overland Journey itu tiba di Pangkalan Hulu pada 14 Agustus 2026 setelah perjalanan dari Kuala Lumpur.
Namun, pada 15 Agustus, kendaraan mereka belum diizinkan melintas karena persoalan administrasi Carnet de Passages en Douane (CPD).
Sebelumnya, Carnet kendaraan sudah disahkan saat masuk Malaysia melalui Tebedu. Kendaraan kemudian dibawa ke Kuching dan dikirim lewat jalur laut menuju Port Klang, Kuala Lumpur.
Masalah muncul saat petugas di Pangkalan Hulu mempertanyakan tidak adanya cap Carnet di Port Klang. Paspor Faisal juga ikut dipertanyakan karena tidak memiliki cap masuk di Kuala Lumpur.
Faisal menjelaskan dirinya sebelumnya berada di Miri, Sarawak, lalu terbang ke Kuala Lumpur menggunakan penerbangan domestik. Ia pun diminta menunjukkan tiket dan boarding pass untuk memperkuat penjelasannya.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami harus menjelaskan kembali perjalanan kami, termasuk mengenai penerbangan domestik dari Miri ke Kuala Lumpur dan proses Carnet,” ujar Faisal, Selasa (25/8/2026).
Selama proses klarifikasi, keduanya berkomunikasi dengan pihak terkait dan menyampaikan persoalan tersebut kepada KBRI Kuala Lumpur.
Setelah semuanya beres, kendaraan mereka akhirnya diperbolehkan keluar Malaysia pada 18 Agustus 2026 dan perjalanan dilanjutkan menuju Betong, Thailand.
Faisal menyebut kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan lintas negara menggunakan kendaraan pribadi.
Menurutnya, semua dokumen perjalanan sebaiknya tetap disimpan, mulai dari tiket, boarding pass, Carnet, dokumen kendaraan hingga bukti pengiriman kendaraan.
“Jangan pernah menganggap dokumen yang sudah tidak diperlukan sebagai sesuatu yang tidak penting. Simpan semuanya,” katanya.
Kini pasangan yang berdomisili di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, itu kembali melanjutkan ekspedisi menuju sejumlah negara di Asia, Timur Tengah hingga Eropa. (Nit)