Kejagung Setop Pendataan Dapur MBG di Daerah, Data yang Sudah Masuk Tetap Dipakai untuk Bongkar Dugaan Korupsi

Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional. (Kompas.com)

Gemanusantara.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menghentikan proses pendataan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya dilakukan serentak oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) di berbagai daerah. Meski begitu, seluruh data yang telah terkumpul dipastikan tetap menjadi bahan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi program tersebut.

Sebelumnya, Kejagung melalui surat tertanggal 15 Juni 2026 meminta seluruh Kejati melakukan pendataan terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah itu diambil untuk menelusuri dugaan penyimpangan, termasuk temuan SPPG yang diduga fiktif.

Namun, kurang dari sebulan berselang, Kejagung kembali menerbitkan surat baru pada 10 Juli 2026 yang berisi instruksi agar proses pendataan tersebut dihentikan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan adanya kebijakan tersebut. Ia mengatakan penghentian dilakukan karena masa pengumpulan data telah berakhir.

Menurut Anang, keputusan itu juga bertujuan mencegah adanya penyalahgunaan kewenangan oleh pihak-pihak yang masih melakukan pendataan di lapangan setelah tenggat waktu selesai.

“Surat itu dikeluarkan karena batas waktu pengumpulan data sudah selesai dan agar tidak disalahgunakan dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Meski proses pendataan resmi dihentikan, Kejagung memastikan informasi yang telah dihimpun dari seluruh daerah tidak akan sia-sia. Seluruh data tersebut kini sedang diverifikasi dan akan digunakan untuk memperkuat penyidikan perkara dugaan korupsi MBG yang tengah berjalan.

Anang menegaskan, fokus penyidik saat ini adalah mengolah data yang telah masuk guna mengungkap dugaan perbuatan para tersangka dalam kasus tersebut.

Langkah penghentian pendataan ini tidak memengaruhi proses hukum yang sedang berlangsung. Justru, Kejagung kini mengalihkan fokus pada pendalaman bukti dan analisis data yang telah dikumpulkan sebagai bagian dari upaya mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (Nit)

*diolah dari berbagai sumber

Exit mobile version