Di Tengah Gejolak Harga, Disdag Tegaskan Bapokting Tak Langka

Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas bahan pokok, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda menegaskan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di pasaran masih dalam kondisi aman pasca Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (15/1/2026).

Gejolak harga yang terjadi pada komoditas seperti cabai dan bawang sempat memicu kekhawatiran publik. Namun, Disdag menilai situasi tersebut tidak mencerminkan terjadinya kelangkaan barang, melainkan bagian dari dinamika pasar setelah meningkatnya aktivitas konsumsi selama periode libur panjang.

Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurahmani, mengatakan pihaknya hingga kini belum menemukan indikasi gangguan pasokan di tingkat pedagang maupun distributor.

“Kalau dibilang langka, tidak. Stok aman dan masih tersedia di pasaran,” ujarnya.

Meski demikian, Disdag mengakui adanya pergerakan harga yang terus berubah di sejumlah pasar tradisional. Pemerintah daerah menyatakan tetap melakukan pemantauan guna mencegah lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

“Kami tidak membiarkan harga bergerak di luar kewajaran. Kalau sudah tidak rasional, tentu kami tindaklanjuti,” beber Nurrahmani.

Disdag juga mencatat tidak adanya kepanikan belanja di kalangan masyarakat meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.

“Respons masyarakat biasa saja. Karena barangnya ada,” jelasnya.

Terkait komoditas strategis lainnya, Disdag memastikan tidak ada kelangkaan seperti yang pernah terjadi pada minyak goreng beberapa waktu lalu. Meski demikian, pengawasan distribusi tetap dilakukan secara berkelanjutan.

“Sekarang kondisinya berbeda. Pasokan berjalan, tapi tetap kami awasi,” ucapnya.

Menurut Disdag, kenaikan harga menjelang dan setelah hari besar keagamaan merupakan pola yang hampir selalu berulang setiap tahun. Namun demikian, pemerintah menegaskan pengawasan akan diperketat agar fluktuasi harga tidak berkepanjangan.

“Selama barang tersedia dan harga masih dalam batas wajar, kami anggap situasi terkendali,” pungkas Nurahmani. (Nit)

Exit mobile version