
Gemanusantara.com – Kebakaran kembali melanda pasar tradisional di Jalan Pahlawan, Sidodadi, Minggu (10/8/2025) sekitar pukul 22.30 Wita. Tiga kios dan dua tempat usaha dilaporkan rata dengan tanah setelah si jago merah melahap bangunan semi permanen tersebut. Peristiwa ini menambah panjang daftar musibah kebakaran yang berulang di kawasan pasar tradisional Samarinda.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya kepada para pedagang yang kiosnya terdampak. Ia menilai kebakaran yang terus berulang menjadi sinyal serius bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis. “Kami turut berdukacita kepada para korban. Kebakaran di pasar sudah berulang kali terjadi, ini peringatan keras bagi kita semua,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Menurut Arif, kondisi bangunan pasar yang sudah tua serta instalasi listrik yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi faktor utama penyebab kebakaran. Kabel yang semrawut dan tidak terawat memperbesar risiko korsleting. “Ini masalah klasik yang tidak boleh lagi diabaikan. Pasar memang rentan karena bangunan dan instalasinya tidak sesuai standar,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengamanan listrik harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di pasar yang sudah terbakar. Sosialisasi kesadaran akan bahaya listrik, kata Arif, harus dilakukan secara rutin dan terjadwal. “Peringatan harus sistematis, ada jadwal terstruktur, dan pengawasan konsisten. Kalau tidak, kasus seperti ini akan terus berulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arif menyinggung rencana rehabilitasi Pasar Segiri yang akan dimulai tahun depan. Ia berharap program serupa juga diterapkan di Pasar Pahlawan dan lokasi lain yang rawan kebakaran. Sambil menunggu rencana jangka panjang, ia mendesak agar korban mendapat bantuan taktis agar bisa segera kembali beraktivitas.
“Untuk jangka pendek, pedagang terdampak harus diberi bantuan darurat dulu. Rehabilitasi pasar juga jangan sampai membebani pedagang, desainnya harus sesuai kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Arif menambahkan, pembangunan ulang pasar harus mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan, baik untuk pedagang maupun pengunjung. Ia menyebut keberhasilan program akan bergantung pada keterlibatan semua pihak, mulai dari perencanaan matang, sosialisasi terbuka, hingga penerapan standar teknis yang ketat.
“Harapan kami, perbaikan instalasi listrik, pengawasan rutin, dan rehabilitasi pasar bisa segera direalisasikan. Jangan sampai pedagang kembali jadi korban musibah yang sama,” pungkasnya. [ADV | DPRD SAMARINDA]